Gw happy being single. Emang ada enak-gak enaknya jadi jomblo. Pas malem minggu, orang nontonnya berdua2. Kita? Nonton sama temen ato sama sodara doang. Tapi kalo dihitung-hitung emang lebih banyak senengnya jadi jomblo. Ini bukan penilaian semata-mata karna sini kelamaan single loh ya. Hihihi.. *memang udah lama juga sih*.

Hari ini dapet dua biji email dari teman-teman pria yang sedang mendekat. Happy sih. Yang lucu, emailnya itu dikirim pada jam yang bersamaan. Dua-duanya juga sama-sama jauh dari Batam. Sama-sama punya kelebihan. Nah, kalo udah gini jadi bingung deh pilih yang manaaa?? :) Hmm..

Hari ini dapet satu kegiatan seru di kantor. Walaupun emang agak ngantuk, tapi kegiatan ‘nggak biasa’ ini cukup mampu menaikkan beberapa level mood gw hari ini. Pagi-pagi sekali, bos nyonya bilang kalo dia dipesenin sama si Pak Bos kalo para wanita-wanita di kantor harus memelihara bunga masing-masing orang 1 pot. Dannn.. Pada akhirnya beliau akan menilai dan melihat bunga milik siapakah yang mati terlebih dahulu.

Akhirnya, hari ini pergilah kami memilih-milih bunga yang cocok untuk ditaruh di dalam ruangan kantor. Pilihan pun jatuh pada bunga melati air (kalo gak salah), padahal gw pengen milih bibit pohon mangga, dan sesorean ini kami jadi super sibuk layaknya seorang tukang kebun sejati. Hahaha.. Gw agak-agak pesimis, bisa-bisa bunga milik gw yang mati duluan. Secara sini gak punya pengalaman menanam dan memelihara bunga sendiri bok. :)

Belakangan, anak-anak jadi pada heboh apa sebenernya tujuan miara2 bunga2 itu. Kok cuma cewek-cewek aja sih yang disuruh begituan? Apa karena lebih ‘telaten’? Apa benar wanita = bunga ? Ato karena si Pak Bos mau ngambil istri muda? Hahaha.. Jadi yang paling pinter bercocok tanam lah yang akan terpilih?

Ada yang menebak kalo yang paling cepet mati bunganya bakal ditendang keluar ama si bos. Ada juga yang bilang kalo Pak Bos pengen kantor lebih ceria. Jadilah semua orang bertanya-tanya akan maksud dari si Pak Bos. Tapi, apapun jawabannya gak masalah sih buat gw. Hahahaha.. :)

Skenario #1

Bekerja selama lebih kurang 1 tahun di sebuah perusahaan lumayan besar. Ada secercah harapan peningkatan karir di sana. Job description terlalu banyak untuk dikerjakan oleh hanya satu orang. Semakin hari semakin merasa tidak nyaman dengan pekerjaan yang ada dan ketika pulang ke rumah, yang tertinggal hanya kepenatan dan stress berat memikirkan betapa banyaknya pekerjaan yang menunggu untuk diselesaikan besok hari. Saat kepenatan dan stress itu mencapai titik kulminasi, maka ia memutuskan untuk resign saja. Mengundurkan diri.

Saat mencoba untuk menyampaikan secara lisan kepada atasan, hanya satu yang ditanyakan. Mana suratnya? Tanpa ada satu baris pun pertanyaan menyinggung alasan pengunduran diri. Jadi bikin berpikir panjang. Seperti tidak berharga sama sekali. Apa artinya satu tahun terakhir ini?

Skenario #2

Bekerja selama lebih kurang  1 tahun di perusahaan keluarga yang masih tergolong perusahaan kecil. Masih belia usia perusahaannya. Tidak ada peluang peningkatan karir. Punya seberapa besar keberanian untuk menggusur jabatan di atas ketika kita mengetahui bahwa yang ada hanyalah satu jabatan TUNGGAL? Pekerjaan tergolong ringan, tidak membutuhkan keahlian khusus dan tidak menantang sama sekali terutama untuk mereka, para jiwa muda yang sedang SANGAT bergairah mencari pengalaman-pengalaman dan hal-hal baru yang menantang.

Saat akan mengundurkan diri, ditahan dengan berbagai ‘kelebihan-kelebihan’ yang diperoleh apabila tetap tumbuh bersama perusahaan. Tidak ada suatu kompensasi apapun yang ditawarkan demi menahan karyawan tersebut.

Jadi, enaknya ditahan apa nggak ditahan aja? :)

Nggak tau kenapa hari ini kangeeeennn banget sama seorang teman. Hmm.. Iya, hanya teman. Tidak lebih, walaupun sebenernya sini teman tapi ngarep. Hahaha..

Nah, beberapa cara yang gw lakukan untuk mengusir rasa kangen itu antara laen :

  1. Liat foto-fotonya. Jijai banget yak. Tapi biarin, orangnya jauh sih. Jadi cukup liat-liat fotonya aja.
  2. Muter lagu PUSPA (Putuskan Saja Pacarmu)nya ST-12. Soalnya dia bukan orang Indonesia, jadi rada aneh mendengar bagian reff lagu itu. Jangan-jangan kau menolak cintaku…
  3. Nginget-nginget cara ngucapin I Love You dalam Bahasa Thailand, chan lak ther kha. Asli jijai bajaj.
  4. Searching-searching namanya di Google, dan dapet. Asik kan??

Yaa.. Biarpun gitu, tetep aja sih, masih ada rasa kangen yang terselip di dalam hati. Lama-lama kok merinding yak?

Udah ah.. Caooo! :)

Mengutip lagu Padi – Kasih Tak Sampai,

“Tetaplah menjadi bintang dilangit
Agar cinta kita akan abadi
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini,
Agar menjadi saksi cinta kita
Berdua…
Berdua.. “

Lirik ini kayaknya enak kalo jadi begini,

“Tetaplah menjadi bintang dilangit
Agar persahabatan kita akan abadi
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini,
Agar menjadi saksi persahabatan kita
Berdua…
Berdua.. “

Specially dedicated to Indra. Benar-benar berharap persahabatan ini akan terus untuk selamanya, takkan goyah walau sekeras apapun badai menghantam. :)

Wahhh.. Nggak terasa udah lama nggak ngupdate postingan baru lagi. Sidang skripsi udah lewat. Dan setelah segala macam proses administrasi yang selalu ‘tidak cepat dan mudah’, malam ini gw sukses menjemput ijasah tercinto hasil perjuangan ( kalo boleh disebut begitu ) pulang ke rumah.

Hahaha.. Akhirnyaaa.. Titel SH sudah resmi melekat di nama gw. Pertanyaannya, abis ini apa dong? Masa begitu2 aja?

Yaa, sampe sekarang jujur belom ada jawaban apa kesudahan dari semua ini. Apa lanjut, nggak lanjut dulu ato nggak lanjut2 lagi selama-lamanya. Heran deh. Sekarang ini udah ada temen yang kuliah lagi nyambung S2. Kalo diliat-liat, ngiri juga. Hepp.. Ini ngirinya bukan dengki ya! Cuma ngiri karna ketika temen seperjuangan kita dulu masih terus berjuang, sini udah nyantai abisss.

Belakangan ini gw ngerasa suka banget lupa dan kaget. Awalnya  gw pikir karna stress di kerjaan. Tapi, kalo dipikir-pikir lagi, yaa sebenernya nggak gitu juga sih. Setelah sesi curhat-curhatan dengan seorang sahabat *iya, elu man!*, akhirnya gw tersadar akan sebuah kebenaran. Halah! Hahaha.. Penyebab di balik semua itu karna gw tiba-tiba kehilangan kesibukan. Yang tadinya sibuk kuliah, yang tadinya pontang-panting ngejar deadline skripsi sampe nggak tidur, tiba-tiba direnggut begitu saja kesibukan2 itu oleh sebuah benda asing bernama KELULUSAN.

Bukannya nggak seneng lulus cepet. Tapi, rasa-rasanya 3.5 tahun ini terasa teramat singkat. Ketika harus berpisah dengan teman-teman dan sahabat-sahabat yang turut menulis sejarah hidup kita. Dengan kesibukan nggak biasa, pagi-kerja-sore-pulang kerja-kuliah-sampe malem. Pepatah “You’ll never know how precious something until you lose it” emang berlaku buat gw.

Sekarang, cuma mau berusaha mengembalikan mood dan gairah hidup menjadi jauh lebih membara dari sebelumnya. Caranya? Masih dicari bok! :)

Belakangan ini, setiap bangun di pagi hari hanya ada 1 kata yang terlintas. JENUH. Ya, jenuh rasanya setiap pagi mesti ketemu rekan kerja yang kurang nyenengin.

Kadang aneh aja, kita tidak pernah mau mengusik ketentraman hidup orang lain. Tapi entah kenapa, orang lain selalu ingin mengusik kedamaian hidup kita. Jadi, ketika lo berusaha jadi orang baek, belom tentu balesan dari orang lain baek juga. Mudah-mudahan setelah memutuskan untuk cabut dari kerjaan sekarang in, gw akan bisa dapet kerjaan yang diharapkan. Mudah-mudahan juga nggak ketemu orang seperti ini lagi. Kalopun pada akhirnya ketemu, mudah-mudahan diberikan kekuatan oleh Tuhan biar tabah menghadapi semua. Amin. :)

Di postingan kali ini gw mo ngebahas soal fenomena FB yang makin lama makin menjamur dan ( bisa dibilang )ngalahin popularitasnya FS. Yaa, setidaknya begitulah yang lagi happening di kalangan temen2 gw.

 

Dan, yang paling bikin “aneh” dan mungkin “agak” annoying yaa status-status di FB itu loh! Gw bukan tipe orang yang terlalu suka masalah ( yang sangat ) pribadi jadi konsumsi publik. Itu dia yang kadang bikin orang merasa, sok banget yaa ini anak. Ya kesannya selalu menjaga jarak. Tapi, gw sangat enjoy ketika kebahagiaan dan keceriaan yang kita bagi ke orang. Bukannya masalah, keluh kesah atopun umpatan-umpatan nggak jelas yang belum tentu KENA sasaran.

 

Jujur aja, kadang suka kesel ngeliat orang yang nulis / ngepost sesuatu yang aneh-aneh. Ya, karena hubungan kita just friends, ya nggak bisa ya kita sindir. Tipenya aja begitu, ngumpat-ngumpat kayak orang nggak pernah belajar Pendidikan Moral di bangku sekolah. Ngomong langsung aja, napah? Kenapa sih mesti bikin mata temen2mu ini jadi ndak enak memandangi postingan2 nggak penting itu?

 

Nah, untuk masalah diatas, solusinyaaa.. Cukup menjadi temannya di FS saja. Gw nggak akan pernah lebih dulu mau memasukkan namanya dalam friends list FB gw. Mudah-mudahan dia nggak akan meng-invite gw juga yaaa..

 

 Terusss… Gw juga kurang suka dengan perang comment / status yang intinya bales2an curhat hal-hal yang selayaknya tidak menjadi konsumsi publik. Masalahnya, ketika ada dua atau lebih pihak yang bales2an curhatan melalui status FBnya, kita yang nggak tau ini malah ditanya2in sama orang, yang menganggap kita tau exactly apa masalah dari para pihak tersebut. Intinya ya bikin penasaran orang gitu deh. Serasa drama queen yaa.. :)

Yesterday, 12 March 2009 is one of the most historical day in my life. I had finished my fyp exam. Everything has gone smoothly as I wish for. I don’t know why two days before the test, my confident has boost up to highest point. Actually this is quite strange, as most of my friends felt very depressed on facing the exam, while I just take it easy. I don’t know whether this feeling caused by the ‘premature nervous’ of mine that happen on Monday, when I’m trying to absorb the information on the presentation slides as much as I can.

As the result of the test haven’t come out, my friend told me that I had passed the exam although we don’t the exact marks that we get. This is really great and thanks God that I’ve made it. Since the exam has passed, I have started planning on my future. What will I do after graduation, what will I achieve, and so on.

My first objective is to find a better job than present one and challenge myself as I want to prove my ability. I hope that everything will going smoothly and I’m able to face every obstacles in life. :)

Nggak terasa udah tahun 2009. Semakin banyak hal yang menanti untuk diselesaikan dengan baik, secepatnya. Salah satunya, kuliah. Sekarang ini gw tiap hari bergulat dengan skripsi yang ampun-ampunan menyita hampir seluruh perhatian. Kerjaan kadang jadi hal yang cukup memuakkan. Tiap hari bangun pagi, ke kantor, menahan bosan sampe 8 jam dan akhirnya pulang ke rumah lagi. Hidup terasa sungguh monoton.

Mudah2an sidang skripsi gw bakal membuahkan hasil yang memuaskan sebagai penutup perjuangan 3.5 tahun ini. :)