Hari ini gw dapet satu pelajaran berharga yang nggak bakal terbeli dengan uang. Gw pikir seharusnya gw juga berterimakasih dengan orang-orang yang telah membuat gw kesel banget hari ini. Kenapa? Ya, karena kalau nggak ada mereka pasti gw nggak bisa ngedapetin pelajaran berharga ini hari ini.

 

Ceritanya gini, hari ini gw dan beberapa teman janjian mo ketemuan untuk bikin tugas. Gw nyampe di tempat itu sekitar 10 menit sebelom waktu yang udah dijanjikan ( jam 2 ). Dan tau nggak, nggak ada satu pun dari mereka yang keliatan batang hidungnya. Nggak ada yang nyampe di sana. TIDAK ADA SATU PUN. Yang nyampe hanya segudang excuse yang bikin gw bete abis.

Sekedar info aja, jumlah anggota kelompok itu ada 10 termasuk gw. Jadi jangan dipikir hanya kelompok-kelompok kecil beranggotakan dua atau tiga orang saja ya! Sepuluh! Gila ya..

 

Yang bikin gw aneh, nggak ada seorang pun yang menolak saat gw ngasih tau hari ngumpulnya. Tapi giliran pas hari H-nya, tinggallah gw seorang diri duduk seperti orang bego yang entah sedang menunggu apa. Gw rasa nunggu selama  1,5 jam sendirian itu sudah bisa dikatakan cukup sabar ya.

 

Nggak bisa menahan diri untuk membuat excuse-list teman-teman anggota kelompok gw yang berjumlah 9 itu. Ini dia;

  1. Seseorang sedang berada diluar kota. Ini gw maklum.
  2. Seseorang yang gw sms pas jam 12 untuk minta dia datang, menelpon gw sekitar jam stengah 3 hanya untuk memberitahu bahwa dia sibuk dan tidak bisa datang. Dengan sebuah permintaan maaf, ya.
  3. Seseorang terus menerus meng-sms gw dengan maksud pengen tau situasi terakhir ( apa ada yang datang ). Gw tau, kalo jawabannya belomada yang datang pasti dia juga tidakakan datang.
  4. Seseorang menelpon sekitar jam tiga kurang sedikit dan bilang bahwa TIDAK ada yang memberitahu dia harus bertemu di mana dan jam berapa. Langsung mengirimkan bahan ke email gw.
  5. Seseorang meng-sms gw dan bilang dia akan bersiap-siap menuju tempat pertemuan kami pada jam 3.30. Gw bilang aja nggak usah, toh mood untuk kerja kelompok sudah hilang.
  6. Seseorang mengirim sms sekitar jam 4.30 bilang bahwa ada kerjaan, nggak bisa datang dan akan memberikan bahan hari senin besok. Dengan permintaan maaf juga tentunya.
  7. Sisanya, ada tiga orang yang MASA BODOH. Nggak ada kabar berita sama sekali.

 

Heran, orang sekarang kok ya seneng menyetor bahan aja sih? Lantas dipikirnya siapa yang mo nyelesein? Siapa? Siapa? 

Jujur, saat gw ngetik postingan ini sama sekali tidak ada dendam, amarah ataupun apapun lagi terhadap mereka. Cuma sedang kepengen nulis aja. Dan perubahan mood gw ini nggak lain dikarenakan ada sahabat yang bersedia menjadi RECYCLE BIN gw, mendengarkan semua omelan-omelan gw.

 

Di samping itu, selama duduk sendirian itu gw juga mikir dan merenung ( secara cuma sendirian, bok. Mo ngomong sama siapa ? ) apa yang akan gw lakukan dengan tugas yang benar-benar diterlantarkan bagai anak yatim piatu itu. Dan tau nggak, gw udah dapet jawabannya! Ngapain mesti marah-marah yak? :)

One Comment

  1. u’r great! gw smpt perhaitiin tuh mrk2 yg pasang tampang nothing-like-that-happened. Penasaran soalnya.. hihi..


Post a Comment

*
*