Daily Archives: July 30th, 2008

Melanjutkan postingan kemarin tentang role model, gw jadi mikir lagi. Memang kadang idealnya role model bagi kebanyakan orang ya pasti orang tuanya ya. Tapi nggak tertutup kemungkinan bahwa orang lain selain orang tua pun mampu menjadi role model kita.

 

Gw yakin semuanya pasti setuju dengan statement kalau tidak ada manusia yang sempurna. Bukannya ingin mencari-cari kekurangan orang, tapi ya kalau yang namanya manusia tidak akan pernah menyandang predikat sempurna. Paling hebat pun, sekedar mendekati sempurna. Karena yang sempurna hanya Tuhan toh ? Dengan demikian, ada saja kemungkinan kalau orang lain selain orang tua kita akan punya kesempatan menjadi role model kita kan?

 

Kalau menurut gw pribadi, syarat untuk jadi role model itu bukan hanya karena betapa besar jasa, pengorbanan dan kontribusinya seseorang itu dalam hidup kita. Tapi lebih kepada apa dan caranya yang ( kadang ) tanpa sengaja membuat kita menemukan jati diri kita yang sesungguhnya. Intinya, dia bahkan mungkin tidak menyadari bahwa apa yang dia katakan justru telah membuat kita menemukan gambaran jelas mengenai jati diri kita. Bisa juga melalui apa yang dia kerjakan, kita hanya melihat dia dan hidupnya, tanpa ada hubungannya diri kita. Akan tetapi hal itu dapat memacu kita untuk mengenal lebih dalam lagi siapa diri kita sesungguhnya.

 

Dan, bukan berarti kita tidak menghormati dan menghargai segala kontribusi dan jasa orang tua dalam hidup kita apabila kita tidak menyebut beliau sebagai role model kita. Tentu saja, sehebat apapun role model yang kita “anggap” itu PASTI tidak akan lebih HEBAT dari orang tua kita. Itu PASTI!!!  

So, who’s your role model ? :)

Ceritanya, semalem gw bolos kuliah karena ada appointment sama seorang rekan sehubungan urusan kerjaan. Tadinya gw memperkirakan kalau kita bakal selesai meeting paling cepet juga jam 7an. Nah, baru sekitar 45 menit ngomong, tiba-tiba terdengar ledakan dari lantai 1 kantor. Kita yang ada di lantai 2 cepet-cepet nengok apa yang terjadi di lantai bawah.

 

Ledakan itu terjadi berulang-ulang, suaranya keras dan bikin lantai agak bergetar juga. Saat itu gw sadar kalau suara ledakan itu berasal dari kantor kita, bukan tetangga ataupun dari jalanan. Setelah dicek, apa yang terjadi ?

 

Sebelumnya, jangan langsung berasumsi kalau itu suara ledakan bom ya. Secara kita bukan siapa-siapa, kami hanya orang biasa. Nggak mungkin dong “bermasalah” sama teroris. Hihihi..

Keributan di production floor pun terjadi, anak-anak pada bingung menghadapi hal yang nggak lazim ini. Usut punya usut, ternyata meteran listrik di pintu depan itu meledak. Tapi bikin ngeper juga sih. Secara benda kecil begitu tapi suaranya dahsyat, menimbulkan asap dan bau yang lumayan ngeri dan yang paling nakutin keluar api dari meteran listrik itu.

 

Untungnya Pak Bos kebetulan lagi ada di kantor, dan dengan sigapnya memadamkan api di meteran listrik itu. Bisa dibilang pengalaman yang cukup mendebarkan juga sih. Mudah-mudahan nggak bakal ada yang kedua kalinya :)