Sambil searching-searching nyariin tugas Pleading International Law, eh malah nyasar ke Group Discussions di Friendster.
Subject terbaru yang sedang diributin sama anak-anak sih soal mantan guru yang ( katanya ) homo.
Gw sih nggak ikut nimbrung di group itu, sekedar jadi silent reader aja. Menurut gw, kadang orang-orang bisa dibilang sangat ANTI dengan yang namanya homoseks / pecinta sejenis. Padahal kalau emang benar-benar mau meresapi kenyataan yang ada, they do exist.
Kadang gw nggak setuju sama cap yang diberikan oleh masyarakat kepada kaum homo. Gw tidak pernah bermaksud mau membela atau membenarkan orientasi seksual mereka yang agak berbeda. Tapi, sepertinya akan salah alamat kalau segala sesuatu yang buruk selalu dikaitkan dengan mereka.
Toh, kalau ditanyakan apakah mereka mau menjadi seperti itu tentu jawabannya tidak kan ? Rasanya gila kalau seseorang dengan “sengaja” atau karena “keren-kerenan” saja akhirnya masuk ke dalam kategori yang kurang lazim itu. Pasti mereka memiliki sesuatu yang orang lain tidak tau. Khususnya orang yang berorientasi seks heteroseksual. Kita tidak akan pernah tau bagaimana rasanya memiliki ketertarikan yang LEBIH terhadap sesama jenis dibandingkan dengan ketertarikan terhadap lawan jenis.
Karena itu, baiknya kita mencoba mengerti dan tidak terus mengucilkan orang-orang yang memang ‘agak’ berbeda dari orang kebanyakan tersebut. Apapun yang ingin kita katakan, they really exist and will remain so. Kenapa kita tidak mencoba sedikit cuek terhadap urusan pribadi orang lain yang tidak perlu kita ketahui. Dengan bersikap cuek dan memberikan privasi pada mereka, pasti kita tidak akan terus memberikan stereotipe yang buruk terhadap mereka.