Skenario #1

Bekerja selama lebih kurang 1 tahun di sebuah perusahaan lumayan besar. Ada secercah harapan peningkatan karir di sana. Job description terlalu banyak untuk dikerjakan oleh hanya satu orang. Semakin hari semakin merasa tidak nyaman dengan pekerjaan yang ada dan ketika pulang ke rumah, yang tertinggal hanya kepenatan dan stress berat memikirkan betapa banyaknya pekerjaan yang menunggu untuk diselesaikan besok hari. Saat kepenatan dan stress itu mencapai titik kulminasi, maka ia memutuskan untuk resign saja. Mengundurkan diri.

Saat mencoba untuk menyampaikan secara lisan kepada atasan, hanya satu yang ditanyakan. Mana suratnya? Tanpa ada satu baris pun pertanyaan menyinggung alasan pengunduran diri. Jadi bikin berpikir panjang. Seperti tidak berharga sama sekali. Apa artinya satu tahun terakhir ini?

Skenario #2

Bekerja selama lebih kurang  1 tahun di perusahaan keluarga yang masih tergolong perusahaan kecil. Masih belia usia perusahaannya. Tidak ada peluang peningkatan karir. Punya seberapa besar keberanian untuk menggusur jabatan di atas ketika kita mengetahui bahwa yang ada hanyalah satu jabatan TUNGGAL? Pekerjaan tergolong ringan, tidak membutuhkan keahlian khusus dan tidak menantang sama sekali terutama untuk mereka, para jiwa muda yang sedang SANGAT bergairah mencari pengalaman-pengalaman dan hal-hal baru yang menantang.

Saat akan mengundurkan diri, ditahan dengan berbagai ‘kelebihan-kelebihan’ yang diperoleh apabila tetap tumbuh bersama perusahaan. Tidak ada suatu kompensasi apapun yang ditawarkan demi menahan karyawan tersebut.

Jadi, enaknya ditahan apa nggak ditahan aja? :)

Post a Comment

*
*